Aliansi Mahasiswa Nusantara Bangka Belitung Dukung Penuh Pemberian Gelar Pahlawan Untuk Soeharto

Aliansi Mahasiswa Nusantara Bangka Belitung Dukung Penuh Pemberian Gelar Pahlawan Untuk Soeharto

BANGKA BELITUNG, KINIFAKTUAL | Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Bangka Belitung resmi menggelar Forum Dialog Kebangsaan dan deklarasi pembentukan organisasi di Warkop Ayani, Pangkalpinang.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah akademisi, tokoh pemuda, dan mahasiswa untuk membahas topik hangat mengenai kelayakan Presiden ke-2 Republik Indonesia, H. M. Soeharto, untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat intelektual. Dalam forum tersebut, Hutri Agustian, tokoh pemuda Sungailiat, menegaskan bahwa secara konstitusional, Soeharto tidak memiliki catatan hukum yang menghalangi pemberian gelar pahlawan nasional, meski tak dapat dipungkiri terdapat perdebatan historis terkait isu Hak Asasi Manusia (HAM).

“Terlepas dari kontroversi, pada masa kepemimpinan Soeharto, Indonesia mengalami stabilitas ekonomi yang kuat dan kemajuan signifikan di berbagai sektor,” ujar Hutri. Ia juga menyoroti sejumlah capaian penting seperti keberhasilan program swasembada pangan, keluarga berencana, pemberantasan buta huruf, serta pembangunan infrastruktur nasional yang merata.

Sementara itu, Rahmatullah, Direktur Eksekutif Gen Muda Bela Institut, menyampaikan bahwa proses pengkajian akademik terhadap jasa-jasa Soeharto telah dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Ia menegaskan bahwa secara hukum, tidak ada larangan pemberian gelar tersebut selama sesuai dengan konstitusi.

“Sekarang tinggal menunggu political will Presiden Prabowo untuk menindaklanjuti rekomendasi yang telah dikaji secara akademik oleh berbagai pihak,” jelasnya.

Senada dengan itu, Sigitdianto, S.Pd., tokoh pemuda asal Pangkalpinang, menilai Soeharto sebagai figur konsolidasi kebangsaan yang penting dalam sejarah Indonesia. “Soeharto berhasil membawa bangsa ini dari fase ideologis era Soekarno menuju fase pembangunan yang berorientasi pada ekonomi dan stabilitas nasional. Ia menata pengelolaan sumber daya alam secara teknokratis dan menekankan meritokrasi dalam pemerintahan,” ujarnya.

Dialog tersebut ditutup oleh Abrillioga, S.H., M.H., yang mengajak seluruh generasi muda untuk menilai kiprah Soeharto secara objektif dan proporsional. “Kita harus menilai sejarah dengan kepala dingin, melihat substansi pembangunan dan dampak nyata bagi bangsa, bukan sekadar narasi politik semata,” tegasnya.

Setelah sesi dialog yang berlangsung hangat dan konstruktif, acara dilanjutkan dengan deklarasi pembentukan AMAN DPW Bangka Belitung. Prosesi deklarasi dipimpin langsung oleh Muhammad Septiawan selaku Ketua DPW AMAN Bangka Belitung, yang secara resmi mengukuhkan berdirinya organisasi tersebut pada tanggal 8 November 2025.

Dalam sambutannya, Muhammad Septiawan menyampaikan harapan agar AMAN DPW Bangka Belitung dapat menjadi wadah bagi mahasiswa dan pemuda untuk terus berperan aktif dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan semangat persatuan.

“AMAN hadir sebagai ruang kolaborasi dan diskusi kebangsaan agar generasi muda dapat berkontribusi nyata bagi bangsa dan daerah,” ujarnya.

Acara diakhiri dengan doa bersama dan seruan komitmen untuk memperkuat sinergi mahasiswa di Bangka Belitung dalam membangun kesadaran nasionalisme yang sehat dan berkeadaban.

Berita Terhangat

Berita Daerah