Tgk Darwis : Ketua, Neu Peu Bangkit Aceh Utara Dile, Bek Lhokseumawe

Tgk Darwis : Ketua, Neu Peu Bangkit Aceh Utara Dile, Bek Lhokseumawe

ACEH UTARA, KINIFAKTUAL | Tgk Darwis, warga Alue Tingkeum, ikut menanggapi pernyataan Ketua DPRK Aceh Utara yang mengkritik kebijakan Wali Kota Lhokseumawe terkait pengurusan tenaga kesehatan.

Menurutnya, komentar tersebut tidak perlu dan hanya menambah masalah baru.

Tgk Darwis mengatakan, setiap daerah sudah punya tugas dan kewenangannya masing-masing.

Karena itu, hal-hal yang menjadi urusan Pemerintah Kota Lhokseumawe sebaiknya tidak dicampuri pihak luar, apalagi sampai mengomentari seolah-olah itu kewajiban kabupaten lain.

“Ketua DPRK Aceh Utara lebih baik fokus dulu bereskan masalah yang ada di daerah sendiri,” kata Darwis.

Ia mencontohkan kasus nyata yang sampai hari ini masih dirasakan warga, yaitu hilangnya status Gampong Alue Tingkeum. Menurutnya, gampong tempat ia lahir dan tinggal itu hilang dari administrasi resmi hanya karena kelalaian dan buruknya pengelolaan data di tingkat kabupaten.

“Gampong kami hilang dari administrasi, bukan karena salah warga, tapi karena salah pencatatan di kabupaten. Sampai sekarang kami masih berjuang supaya Alue Tingkeum kembali diakui. Ini masalah serius, tapi tidak selesai-selesai,” tegasnya.

Darwis menyebut, sebelum mengomentari kebijakan Kota Lhokseumawe, lebih baik pejabat Aceh Utara melihat dulu bagaimana kondisi administrasi yang masih berantakan di banyak gampong, termasuk tempatnya sendiri.

“Masalah kami sudah bertahun-tahun tidak ada kepastian. Jadi lucu rasanya kalau pejabat yang belum bisa bereskan administrasi gampong sendiri malah ikut menilai kebijakan kota lain,” ujar Darwis.

Ia juga meminta agar pernyataan pejabat Aceh Utara tidak memperkeruh suasana. Menurutnya, hubungan masyarakat Aceh Utara dan Lhokseumawe sudah baik sejak lama, dan tidak perlu diganggu dengan komentar yang tidak ada hubungannya dengan perbaikan pelayanan.

“Kalau tujuannya menenangkan keadaan, harusnya jangan buat ucapan yang bisa memancing salah paham. Biar Pemerintah Kota Lhokseumawe selesaikan urusan mereka. Kita di Aceh Utara juga masih punya banyak PR, termasuk soal gampong kami ini,” ucap Darwis.

Ia berharap persoalan tenaga kesehatan di Lhokseumawe bisa diselesaikan oleh pemerintah setempat tanpa campur tangan pihak lain, sementara Aceh Utara fokus memperbaiki administrasi di semua tingkatan agar tidak ada lagi kasus seperti Alue Tingkeum.

“Kami cuma ingin pejabat fokus pada kerja masing-masing. Jangan saling ikut campur. Yang penting rakyat tidak dirugikan,” tutupnya.

Berita Terhangat

Berita Daerah