KINIFAKTUAL | Sebuah jet bisnis mewah jenis Embraer EMB-505 Phenom 300E kembali menjadi sorotan publik. Pesawat yang kerap disebut-sebut sebagai “pesawat Pak JK” ini diketahui memiliki nilai fantastis, mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah, seiring dengan spesifikasi canggih dan statusnya sebagai salah satu jet ringan paling laris di dunia.
Embraer, produsen pesawat asal Brasil, baru saja mencatatkan tonggak sejarah penting dengan melakukan serah terima Phenom 300E ke-1.500 kepada Haute Aviation, sebuah perusahaan penyewaan dan broker jet bisnis yang berbasis di Bandara Saanen Gstaad, Swiss.
Pencapaian ini dinilai luar biasa, mengingat industri jet bisnis umumnya membutuhkan waktu rata-rata 34 tahun untuk mencapai angka serupa, sementara Embraer mampu melakukannya hanya dalam kurun dua dekade.
Jet ringan seri Phenom ini dirakit di fasilitas Embraer di Melbourne, Florida, Amerika Serikat. Hingga kini, Embraer telah memiliki lebih dari 950 pelanggan yang mengoperasikan jet bisnisnya di lebih dari 80 negara di dunia. Unit bisnis jet Embraer juga mencatat pertumbuhan tahunan impresif, yakni 22 persen sejak pengiriman jet bisnis pertama pada 2002.
Embraer memperkirakan, satu dari setiap empat pengiriman jet bisnis ringan dan menengah di dunia saat ini merupakan seri Phenom atau Praetor, menegaskan dominasi perusahaan tersebut di segmen jet bisnis global.
Haute Aviation sendiri menilai Phenom 300E sebagai pilihan terbaik di kelasnya.
“Untuk Haute Aviation, Phenom 300E adalah produk terbaik di pasar untuk melengkapi jajaran armada kami,” ujar Catherine Tamagni, Kepala Pemasaran dan Komunikasi Haute Aviation.
Phenom 300E merupakan versi peningkatan yang diluncurkan Embraer pada 2018. Pesawat ini hadir dengan interior baru yang didesain ulang, sistem avionik mutakhir berbasis Garmin G3000 Prodigy Touch, serta fitur Ground Power Mode yang memungkinkan sistem pesawat tetap beroperasi tanpa menyalakan mesin utama.
Secara spesifikasi, Embraer EMB-505 Phenom 300 dikenal sebagai jet ringan berkonsep mewah dan telah mengantongi sertifikat single pilot. Pesawat ini mampu mengangkut hingga 11 penumpang, menjadikannya favorit di kalangan pebisnis dan tokoh penting.
Pengembangan Phenom 300 dilakukan Embraer setelah mendapati masukan dari pengguna Phenom 100 yang menginginkan pesawat berukuran lebih besar. Pesawat ini melakoni penerbangan perdana pada 29 April 2008 dan memperoleh sertifikat tipe pada 3 Desember 2009. Di bulan yang sama, unit pertamanya dikirim kepada Executive Flight Services di Sao Jose dos Campos, Brasil.
Peningkatan signifikan kembali diumumkan pada 31 Januari 2020, di mana kecepatan maksimum Phenom 300E ditingkatkan dari Mach 0,78 menjadi Mach 0,80, atau dari 446 menjadi 464 knot. Jangkauannya pun bertambah menjadi 2.010 nautical miles, dengan peningkatan daya dorong mesin PW535E1 turbofan.
Dengan seluruh keunggulan tersebut, harga satu unit Embraer Phenom 300 disebut mencapai 9,65 juta dolar AS, atau sekitar Rp125,4 miliar dengan asumsi kurs Rp13.000 per dolar AS.
Nilai inilah yang menempatkan jet ini sebagai simbol kemewahan sekaligus kecanggihan teknologi kedirgantaraan modern, terlebih saat terlihat terbang menuju Aceh dan menarik perhatian publik luas.







