TAPANULI SELATAN, KINIFAKTUAL – Di tengah padatnya agenda kenegaraan dan kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara, sebuah momen santai para pejabat negara mencuri perhatian publik.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya terlihat menikmati kopi di sebuah warung kopi (warkop) sederhana di kawasan Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu 31 Desember 2025 lalu.
Momen tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar luas di media sosial. Dalam tayangan itu, suasana tampak jauh dari kesan formal. Para pejabat terlihat duduk berdekatan dengan warga di sebuah warkop, bercengkerama sambil menikmati kopi khas daerah.
Dalam video yang sama, tampak Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution turut hadir.
Bobby terlihat santai mengenakan kemeja warna hijau olive dipadu celana hitam. Ia tampak membakar sebatang rokok sambil berbincang ringan, mencerminkan suasana akrab dan cair di antara para pejabat negara dan masyarakat sekitar.
Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya sendiri tampil dengan gaya yang tak biasa untuk seorang pejabat tinggi negara. Ia terlihat hanya mengenakan sandal jepit, sebuah pemandangan yang menuai perhatian warganet.
Penampilan sederhana tersebut dinilai mencerminkan kedekatan dan sikap membumi di tengah kunjungan kerja yang sarat agenda penting.
Kegiatan ngopi bersama ini berlangsung di sela-sela kunjungan Presiden Prabowo Subianto yang melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi terdampak bencana di Sumatera Utara.
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan penanganan pascabencana berjalan optimal serta menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di lapangan.
Selain Gubernur Sumatera Utara dan Sekretaris Kabinet, dalam momen tersebut juga terlihat kehadiran Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).
Kehadiran para pejabat lintas institusi ini menambah perhatian publik terhadap momen santai tersebut, karena jarang terlihat pejabat tinggi negara berkumpul di ruang publik tanpa protokoler ketat.
Warganet pun ramai memberikan beragam tanggapan. Sebagian menilai momen tersebut sebagai potret humanis para pejabat negara yang mampu melebur dengan masyarakat tanpa sekat jabatan.
Tidak sedikit pula yang mengapresiasi sikap sederhana dan santai para pejabat di tengah kesibukan mengurusi persoalan bangsa, khususnya penanganan bencana.
Namun demikian, ada juga warganet yang menyoroti kebiasaan merokok di ruang publik, meski sebagian besar menilai hal tersebut sebagai hal lumrah dalam konteks budaya ngopi di warung kopi, khususnya di wilayah Sumatera.
Terlepas dari beragam tanggapan yang muncul, momen ngopi di warkop ini menjadi gambaran lain dari sisi kemanusiaan dan kebersahajaan para pejabat negara.
Di tengah tekanan tugas dan tanggung jawab besar, suasana santai di warung kopi sederhana menjadi ruang jeda, sekaligus sarana membangun komunikasi informal yang lebih hangat.
Momen ini juga memperlihatkan bahwa kunjungan kerja tidak selalu identik dengan suasana kaku dan formal. Interaksi langsung di ruang-ruang publik seperti warung kopi justru dinilai mampu mendekatkan pemimpin dengan rakyat, sekaligus menyerap kondisi sosial secara lebih nyata.







