Upaya Tingkatkan Minat Belajar Matematika, Mahasiswa Tadris Matematika UIN SUNA Hasilkan Delapan Proyek Berbasis Media

Upaya Tingkatkan Minat Belajar Matematika, Mahasiswa Tadris Matematika UIN SUNA Hasilkan Delapan Proyek Berbasis Media

LHOKSEUMAWE | Matematika kerap dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit karena identik dengan hitung-hitungan. Melalui proyek tugas akhir mata kuliah Kapita Selekta Matematika, mahasiswa Jurusan Tadris Matematika Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe berhasil membuktikan bahwa matematika dapat disajikan secara menarik dan menyenangkan. Di bawah bimbingan Dr. Mahdalena, S.Pd., M.Pd., mahasiswa menghasilkan delapan proyek berbasis media pembelajaran, Rabu (7/1/2026).

Kapita Selekta Matematika merupakan mata kuliah yang mengkaji materi matematika tingkat SMP dan SMA sebagai bekal mahasiswa dalam merancang pembelajaran di jenjang menengah dan atas. Dr. Mahdalena menjelaskan bahwa penugasan berbasis proyek menjadi bagian penting dalam mata kuliah ini karena mampu mengintegrasikan pemahaman konsep matematika dengan kreativitas dan seni.

Menurutnya, proyek tersebut tidak sekadar tugas akademik, melainkan dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kompleksitas matematika di bangku kuliah dengan kebutuhan riil di ruang kelas. Melalui pendekatan ini, mahasiswa dilatih untuk menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan mudah dipahami oleh siswa.

Delapan proyek yang dihasilkan mahasiswa angkatan 2023 Jurusan Tadris Matematika meliputi permainan edukatif labirin dan angka ajaib, Mathopoly berbasis materi aljabar, komik “Memet dan Ucup” dengan materi barisan aritmatika, video pembelajaran YouTube tentang Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV), mikromedia Flash 8, website pembelajaran matematika materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV), integrasi nilai Islam dan bahasa Aceh dalam soal cerita matematika, serta flip book matematika nusantara.

Salah satu mahasiswa, Rizky Amelia Putri Br Gajah, bersama kelompoknya mengembangkan Mathopoly, media pembelajaran untuk siswa SMP yang mengadaptasi konsep permainan monopoli. Perbedaannya, pemain harus menjawab soal matematika aljabar untuk dapat melanjutkan permainan. Menurut Rizky, matematika tidak semata-mata soal berhitung, tetapi juga tentang bagaimana materi disampaikan agar melekat dalam ingatan siswa. Ia menilai pendekatan bermain menjadi strategi efektif untuk menjangkau karakter siswa SMP yang mudah bosan.

Sementara itu, Yudha Dwi Alfiansyah bersama kelompoknya merancang permainan edukatif labirin aljabar dan petualangan angka ajaib. Ia menilai persepsi matematika sebagai pelajaran sulit tidak hanya berasal dari materinya, tetapi juga dari metode pembelajaran yang kurang menarik. Melalui uji coba di sekolah, Yudha menyimpulkan siswa terlihat lebih antusias karena pembelajaran dikemas secara interaktif dan menyenangkan.

Mahasiswi lainnya, Syalsabillah, menegaskan bahwa matematika tidak hanya berkutat pada angka di buku tulis, tetapi sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ia berharap media pembelajaran kreatif yang dikembangkan mahasiswa dapat membantu mengubah stigma negatif terhadap matematika dan meningkatkan minat belajar siswa.

Penulis: Alya Nadila

Berita Terhangat

Berita Daerah