LHOKSEUMAWE, KINIFAKTUAL | Anggota DPRK Lhokseumawe dari Fraksi NasDem, Puteh, SE, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe segera menertibkan pedagang kaki lima (PKL) ikan di kawasan Pusong yang dinilai semakin semrawut dan tidak tertata.
Menurut Puteh, kondisi Pasar Ikan Pusong saat ini memprihatinkan karena banyak pedagang berjualan di luar area pasar yang telah disediakan. Hal tersebut, kata dia, tidak hanya mengganggu ketertiban, tetapi juga berdampak pada citra Kota Lhokseumawe di mata para tamu yang berkunjung.
“Pasar ikan itu sangat semrawut. Kalau ada tamu berkunjung ke sini, bisa saja mereka berpikir tidak ada pimpinan di kota ini karena kondisi pasarnya tidak tertata,” ujar Puteh pada saat rapat koordinasi pemerintah kota bersama pimpinan dan anggota DPRK Lhokseumawe, Rabu (11/2/2026).
Puteh menegaskan bahwa sebenarnya fasilitas pasar ikan sudah tersedia. Namun, para pedagang justru memilih berjualan di luar bangunan pasar sehingga menimbulkan kesan kumuh dan becek.
Bahkan, lanjutnya, masyarakat yang hendak berbelanja harus menggunakan sepatu bot karena kondisi pasar yang berlumpur.
“Pasarnya ada, tapi pedagang berjualan di luar. Jadi bagaimana caranya pedagang ini kita pindahkan kembali ke dalam agar lebih teratur dan bersih,” katanya.
Selain persoalan ketertiban dan kebersihan, Puteh juga menyoroti aspek pendistribusian dan pendapatan pasar. Ia menyebutkan bahwa distribusi hasil pasar memang ada yang mengambil, namun tidak jelas ke mana alurnya.
“Distribusi pasar ikan memang ada yang ambil, tapi dibawa ke mana kita tidak tahu. Kalau sudah terdata dengan baik dan pedagang masuk ke dalam pasar, kita bisa mengetahui berapa pemasukan per hari dan per bulan,” jelasnya
Puteh berharap Pemko Lhokseumawe segera mengambil langkah tegas dan terukur untuk menata kembali Pasar Ikan Pusong, demi menciptakan pasar yang bersih, tertib, serta memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).







