Mahasiswa KKN Unimal Edukasi Mitigasi Bencana dan PHBS di SDN 1 Langkahan Pascabanjir Aceh

Mahasiswa KKN Unimal Edukasi Mitigasi Bencana dan PHBS di SDN 1 Langkahan Pascabanjir Aceh

ACEH UTARA, KINIFAKTUAL | Trauma banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh baru-baru ini tidak menyurutkan semangat mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Relawan Kelompok 5 Teknik Industri Universitas Malikussaleh (Unimal) untuk terus mengabdi.

Bertempat di SD Negeri 1 Langkahan, para mahasiswa menggelar aksi edukasi Mitigasi Bencana dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Sabtu (14/2/2026), sebagai langkah preventif menghadapi ancaman bencana di masa mendatang.

Kegiatan ini dilatarbelakangi pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana serta peningkatan kesadaran kesehatan sebagai fondasi utama dalam memulihkan ekosistem pendidikan di wilayah rawan banjir. Para mahasiswa berupaya mengubah rasa takut pascabencana menjadi kewaspadaan yang terukur dan terarah.

Melalui metode peraga visual dan simulasi sederhana, mahasiswa Teknik Industri memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah penyelamatan diri saat banjir datang. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan tanda-tanda alam, prosedur evakuasi yang aman bagi anak-anak, hingga pentingnya mengikuti arahan guru saat kondisi darurat. Mengingat lokasi sekolah yang rawan terdampak luapan air, edukasi mitigasi dinilai menjadi kebutuhan krusial.

Selain mitigasi bencana, kegiatan ini juga menitikberatkan pada sosialisasi PHBS. Pasca banjir, risiko penyakit akibat lingkungan kotor dan air tercemar meningkat drastis. Para relawan mengajarkan tata cara mencuci tangan yang benar menggunakan sabun serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah guna mencegah penyakit kulit dan gangguan pencernaan.

Kepala SDN 1 Langkahan, Nurlela Wati, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang dibawakan mahasiswa sangat relevan dengan kondisi sekolah saat ini.

“Anak-anak kami perlu tahu apa yang harus dilakukan jika air kembali naik secara tiba-tiba. Edukasi dari mahasiswa Unimal ini sangat membantu, apalagi ditambah dengan materi kebersihan (PHBS). Ini sangat penting karena pasca banjir, lingkungan sekolah memang rentan terhadap bakteri dan kuman,” ujarnya.

Bagi para mahasiswa, kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari disiplin ilmu Teknik Industri, khususnya pada aspek keselamatan dan kesehatan kerja (Safety and Health), dalam bentuk penerapan manajemen risiko pada skala sosial dan kemanusiaan.

Perwakilan Mahasiswa KKN Relawan Unimal, Rino Fahmi, menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan disesuaikan dengan usia siswa.

“Kami membawa standar prosedur keselamatan ke dalam bahasa yang mudah dipahami anak-anak. Fokus kami adalah meminimalisir risiko, baik risiko cedera saat bencana maupun risiko penyakit setelahnya. Kami ingin siswa-siswi di sini tidak hanya pulih secara semangat, tetapi juga memiliki pengetahuan untuk melindungi diri mereka sendiri. Dengan edukasi mitigasi dan PHBS ini, kami berharap SDN 1 Langkahan menjadi sekolah yang lebih tangguh dan sehat meski berada di wilayah rawan bencana,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan praktik langsung mencuci tangan bersama seluruh siswa. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa Teknik Industri Unimal membuktikan bahwa peran mahasiswa di daerah terdampak bencana tidak hanya sebatas pada pemulihan fisik, tetapi juga pada pembangunan kapasitas sumber daya manusia yang sadar akan keselamatan dan kesehatan.

Langkah ini diharapkan meninggalkan jejak pengetahuan yang berkelanjutan, sekaligus menjadikan SDN 1 Langkahan sebagai pionir sekolah tangguh bencana di Kecamatan Langkahan.

Berita Terhangat

Berita Daerah