ACEH TIMUR, KINIFAKTUAL | Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., mendorong Perum Bulog memperkuat penyerapan hasil pertanian masyarakat, khususnya gabah dan jagung petani di wilayah Aceh Timur.
Hal tersebut disampaikan Al-Farlaky saat menerima audiensi jajaran Bulog Cabang Langsa di Pendopo Bupati Aceh Timur, Jumat (28/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati menyoroti potensi pertanian Aceh Timur yang dinilai sangat besar untuk dikembangkan sebagai salah satu sentra pangan di Aceh.
Selain komoditas padi, ia secara khusus meminta Bulog memberi perhatian terhadap pengembangan jagung, terutama di kawasan pedalaman seperti Kecamatan Peunaron.
Menurutnya, masyarakat mulai didorong untuk meningkatkan penanaman jagung. Namun, peningkatan produksi harus diikuti dengan kepastian pasar agar petani tidak mengalami kerugian ketika memasuki masa panen.
“Kalau masyarakat kita sudah mulai menanam jagung, kita tidak ingin ketika panen harga langsung anjlok. Karena itu kita berharap ada jaminan dan kepastian pasar, termasuk melalui kerja sama dengan Bulog,” ungkap Al-Farlaky.
Ia berharap Bulog dapat mengambil peran dalam menyerap hasil produksi jagung masyarakat dengan harga yang wajar dan menyesuaikan kualitas komoditas.
Kepastian pasar tersebut, kata Bupati, penting untuk memberikan rasa aman kepada petani sekaligus mendorong mereka meningkatkan luas tanam dan produktivitas.
Tidak hanya jagung, penguatan sektor padi juga menjadi perhatian serius Pemkab Aceh Timur. Pemerintah daerah saat ini melakukan berbagai langkah pemulihan sektor pertanian pascabencana.
Salah satunya melalui revitalisasi lahan persawahan sekitar 1.600 hektare yang dikerjakan bersama TNI. Revitalisasi tersebut diharapkan dapat mengembalikan produktivitas lahan pertanian, khususnya di kawasan Simpang Ulim dan sejumlah wilayah terdampak bencana.
Pemkab Aceh Timur juga tengah melakukan pembersihan saluran irigasi di kawasan Arakundo yang mengairi sekitar 12 desa. Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai sekitar lima hari agar jaringan irigasi kembali berfungsi optimal.
“Ini bagian dari upaya kita untuk mengembalikan produksi padi agar meningkat dan normal kembali. Kita ingin Aceh Timur kembali menjadi salah satu lumbung pangan di Aceh,” ujar Al-Farlaky.
Bupati menegaskan, pemerintah daerah ingin memastikan petani tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga memperoleh kepastian pasar dan harga yang layak.
Dengan dukungan Bulog dan seluruh pemangku kepentingan, Aceh Timur diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menjadi salah satu pemasok pangan bagi Aceh hingga tingkat nasional. (***)

Tinggalkan Balasan