Lewati ke konten
Pendidikan

Gaji PPPK Paruh Waktu Naik, Guru dan Nakes 100%, Teknis 66%

Dapatkan berita terbaru Kini Faktual langsung di WhatsApp.
Gabung

KINIFAKTUAL | Tambahan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat untuk Kabupaten Gorontalo Utara berdampak bagi para PPPK paruh waktu di daerah tersebut.

Gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru dan tenaga kesehatan paruh waktu di Kabupaten Gorontalo Utara naik 100 persen.

“Kami memperjuangkan kenaikan gaji PPPK guru dan tenaga kesehatan, termasuk para tenaga teknis paruh waktu agar naik tahun ini juga,” kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara, sekaligus unsur pimpinan Badan Anggaran, Ridwan Riko Arbie di Gorontalo, Minggu.

Dia mengatakan kenaikan gaji PPPK paruh waktu tersebut dilakukan seiring adanya tambahan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat untuk daerah tersebut.

“Gaji PPPK guru dan tenaga kesehatan naik dari Rp300.000 per bulan menjadi Rp600.000 per bulan atau mengalami kenaikan 100 persen. Sementara tenaga teknis naik dari Rp300.000 per bulan menjadi Rp500.000 per bulan atau mengalami kenaikan sekitar 66 persen,” katanya.

Badan Anggaran DPRD, kata dia, sempat memperjuangkan kenaikan gaji PPPK paruh waktu tersebut menjadi Rp750.000 sampai Rp1.000.000 per bulan. Namun, keuangan daerah belum mampu memenuhi anggaran kenaikan tersebut.

“Untuk naik menjadi Rp750 ribu sampai Rp1 juta belum memungkinkan, sebab kami masih mendukung langkah pemerintah daerah untuk alokasi anggaran sebesar Rp11 miliar lebih, dalam memenuhi anggaran operasional dan belanja pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Zainal Umar Sidiki,” kata Ridwan.

Masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dituntaskan oleh pihak RSUD Zainal Umar Sidiki, seperti dalam membayar insentif para dokter dan tenaga kesehatan selama beberapa bulan.

Ia memastikan Badan Anggaran DPRD mengawal realisasi tersebut, seiring menetapkan realisasi kenaikan gaji PPPK paruh waktu, melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2026.

Ridwan mengatakan DPRD memberi perhatian terhadap peningkatan kesejahteraan aparatur, khususnya guru PPPK paruh waktu yang bertugas dalam urusan mencerdaskan bangsa.

Sama halnya dengan para tenaga kesehatan yang mengabdikan diri dalam menjalankan profesi mendukung optimalisasi layanan kesehatan di daerah ini.

“DPRD memperjuangkan kesejahteraan tersebut meski bertahap, sebab harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Kami berupaya bersepakat dengan pemerintah daerah untuk memberi perhatian kepada peningkatan kesejahteraan aparatur yang masih berpenghasilan kecil,” katanya

Sumber : m.jpnn.com

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *