LHOKSEUMAWE, KINIFAKTUAL | Persentase penduduk miskin di Kota Lhokseumawe pada 2026 tercatat sebesar 8,85 persen atau sekitar 19,81 ribu jiwa. Angka tersebut menurun 0,16 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya, berdasarkan infografik perbandingan kabupaten/kota se-Aceh yang dipublikasikan melalui laman BPS Kota Lhokseumawe.
Berdasarkan data dalam infografik tersebut, tingkat kemiskinan Lhokseumawe masih berada di bawah rata-rata Provinsi Aceh yang mencapai 12,34 persen. Namun, persentase tersebut masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 8,07 persen.
Dalam perbandingan dengan daerah lain di Aceh, Lhokseumawe menempati posisi ketiga dengan persentase kemiskinan terendah. Posisi pertama ditempati Kota Banda Aceh sebesar 5,26 persen, disusul Kota Langsa sebesar 7,90 persen.
Sementara itu, Kabupaten Aceh Utara mencatat persentase kemiskinan sebesar 14,45 persen, lebih tinggi dibandingkan Lhokseumawe dengan selisih 5,60 poin persentase.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa persentase penduduk miskin di Lhokseumawe relatif lebih rendah dibandingkan Aceh Utara. Meski demikian, angka kemiskinan Lhokseumawe yang masih berada di atas rata-rata nasional menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah.
Sebagai perbandingan, data BPS untuk 2025 mencatat persentase penduduk miskin Lhokseumawe sebesar 9,01 persen, sedangkan Aceh Utara sebesar 14,27 persen. Data tersebut memperlihatkan bahwa tingkat kemiskinan kedua daerah perlu dilihat berdasarkan perkembangan.
Penurunan persentase kemiskinan perlu diikuti dengan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah dapat memperkuat program pemberdayaan ekonomi, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, serta memastikan bantuan sosial menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Selain persentase penduduk miskin, evaluasi kebijakan juga perlu memperhatikan jumlah penduduk miskin, kondisi pengeluaran rumah tangga, dan pemerataan akses terhadap pendidikan, kesehatan, serta lapangan pekerjaan.
Dengan demikian, capaian penurunan kemiskinan di Lhokseumawe dapat menjadi dasar untuk memperkuat kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Tinggalkan Balasan