Gelombang Rakyat: 5 Aksi Massa Fenomenal yang Mengubah Wajah Indonesia

Gelombang Rakyat: 5 Aksi Massa Fenomenal yang Mengubah Wajah Indonesia

KINIFAKTUAL | Indonesia memiliki sejarah panjang dengan dinamika demokrasi yang kerap diwarnai oleh gelombang aksi massa. Demonstrasi menjadi salah satu wujud nyata partisipasi rakyat dalam menyuarakan aspirasi serta mengawal arah perjalanan bangsa.

Sejumlah aksi bahkan tercatat sebagai peristiwa fenomenal yang meninggalkan jejak mendalam, baik dari segi politik, sosial, maupun budaya.

Berikut adalah lima demo besar yang hingga saat ini masih diingat oleh masyarakat Indonesia :

1. Reformasi 1998

Demonstrasi terbesar dalam sejarah Indonesia modern terjadi pada 1998, ketika jutaan mahasiswa dan rakyat turun ke jalan menuntut reformasi. Krisis ekonomi, praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta otoritarianisme yang berkepanjangan memicu gelombang perlawanan. Aksi ini mencapai puncaknya dengan mundurnya Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998 setelah 32 tahun berkuasa. Reformasi 1998 bukan hanya mengganti pemimpin, tetapi juga membuka jalan bagi era demokratisasi, kebebasan pers, dan penguatan hak-hak sipil di Indonesia.

2. Aksi 212 (2016)

Pada 2 Desember 2016, jutaan umat Islam berkumpul di Jakarta dalam aksi yang dikenal sebagai Aksi 212. Gerakan ini berawal dari tuntutan hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang dianggap melakukan penistaan agama. Aksi damai ini berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas) dengan doa bersama dan pengajian akbar. Aksi 212 menjadi fenomenal karena mampu menggerakkan massa dari berbagai penjuru tanah air, serta menegaskan kekuatan konsolidasi umat dalam ranah politik dan sosial.

3. Gejayan Memanggil (2019)

Gerakan mahasiswa kembali menggema pada 2019 lewat aksi “Gejayan Memanggil” di Yogyakarta. Ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat turun ke jalan menolak sejumlah rancangan undang-undang yang dinilai bermasalah, termasuk RUU KUHP dan revisi UU KPK. Gejayan, yang dikenal sebagai lokasi ikonik aksi mahasiswa sejak era 1998, kembali menjadi saksi lahirnya solidaritas lintas kampus. Demonstrasi ini menegaskan bahwa semangat kritis mahasiswa tetap hidup, serta menjadi pengingat bahwa rakyat berhak mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak pada kepentingan bersama.

4. Demo Tolak Omnibus Law (2020–2021)

Ketika pemerintah dan DPR mengesahkan Undang-Undang Cipta Kerja, gelombang protes meletus di berbagai daerah. Buruh, mahasiswa, hingga aktivis lingkungan menolak Omnibus Law karena dianggap merugikan pekerja, melemahkan perlindungan lingkungan, dan menguntungkan pemodal besar.

Demonstrasi besar-besaran berlangsung di Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Makassar, sering kali berujung bentrokan dengan aparat. Meski UU tersebut tetap disahkan, aksi ini menandai tingginya kesadaran publik terhadap isu ketenagakerjaan dan keadilan sosial.

5. Aksi 25 Agustus 2025

Terbaru, Indonesia kembali diguncang gelombang demonstrasi besar pada 25 Agustus 2025. Ribuan massa dari berbagai latar belakang turun ke jalan menyuarakan tuntutan terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro-rakyat. Aksi ini berlangsung di beberapa kota besar, dengan pusat konsentrasi massa di Jakarta.

Isu yang diangkat meliputi keadilan ekonomi, transparansi kebijakan, hingga penegakan hukum yang tegas terhadap kasus korupsi. Aksi ini menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia masih konsisten menjaga semangat demokrasi, sekaligus menegaskan bahwa suara rakyat tidak bisa diabaikan.