LHOKSEUMAWE, KINIFAKTUAL | Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe-Aceh Utara mengecam kondisi jalan di kawasan Gampong Alue Awe, Kota Lhokseumawe, yang dinilai mengalami kerusakan parah dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kecaman tersebut disampaikan HMI melalui pernyataan sikap yang dirilis pada 26 September 2026. HMI menilai lambannya penanganan terhadap kerusakan jalan tersebut menunjukkan lemahnya respons pemerintah dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat.
HMI menyoroti jalur alternatif Jalan Elak di kawasan Alue Awe yang menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat, mahasiswa, dosen, pedagang, serta pengguna jalan lainnya. Kondisi jalan disebut mengalami kerusakan pada sejumlah titik, mulai dari aspal yang terkelupas, badan jalan yang amblas, hingga munculnya lubang-lubang berukuran besar.
Kerusakan tersebut juga disebut diperparah dengan kondisi drainase yang tidak berfungsi secara optimal. Saat hujan, sejumlah lubang di badan jalan tertutup genangan sehingga sulit terlihat oleh pengendara. Sementara pada kondisi kering, debu dari permukaan jalan dinilai mengganggu kenyamanan dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Wakil Sekretaris Umum Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) HMI Cabang Lhokseumawe-Aceh Utara, Rendy Novriady, mengatakan pemerintah tidak seharusnya membiarkan kondisi infrastruktur yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.
Menurut Rendy, persoalan kewenangan antara jalan nasional, provinsi, maupun daerah tidak semestinya menjadi alasan untuk saling melempar tanggung jawab ketika masyarakat membutuhkan kepastian penanganan.
“Pemerintah harus hadir memberikan solusi nyata. Jangan sampai persoalan kewenangan justru membuat masyarakat menjadi korban karena jalan yang rusak dibiarkan tanpa penanganan,” ujar Rendy dalam pernyataan sikap tersebut.
Ia menyebut jalur Alue Awe memiliki aktivitas masyarakat yang cukup tinggi karena menjadi salah satu akses mobilitas mahasiswa, dosen, pedagang, dan masyarakat sekitar. Karena itu, menurutnya, kondisi jalan yang rusak perlu segera mendapatkan perhatian serius.
HMI juga menyoroti aspek keselamatan pengguna jalan, khususnya pada malam hari. Minimnya penerangan di sejumlah titik dinilai semakin meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara yang melintasi kawasan tersebut.
Atas kondisi tersebut, HMI Cabang Lhokseumawe-Aceh Utara menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Aceh dan instansi terkait.
HMI mendesak pemerintah segera menurunkan tim teknis untuk melakukan pemeriksaan kondisi jalan secara menyeluruh dan mengambil langkah perbaikan yang bersifat permanen. HMI juga meminta agar penanganan tidak berhenti pada penambalan sementara, tetapi dilakukan melalui pekerjaan konstruksi yang sesuai dengan tingkat kerusakan jalan.
Selain itu, HMI mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menjalankan fungsi pengawasan dengan meminta penjelasan dari instansi terkait mengenai kondisi infrastruktur tersebut, termasuk langkah dan rencana penanganan yang akan dilakukan.
HMI menegaskan bahwa perbaikan jalan Alue Awe bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keselamatan, kelancaran mobilitas, serta kepentingan masyarakat yang setiap hari menggunakan akses tersebut.

Tinggalkan Balasan